Fadhilah Sedekah

Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun. (QS. 64:17)

Kisah ke-1 : Sedekahnya Aisyah r.ha (baca : rodhiallahu ‘anha) 5 Desember 2009

Filed under: Kisah — fadhilahsedekah @ 09:42

Pada suatu ketika Munkadir rah.a (baca : rahmatullahi ‘alaih) dating kepada Aisyah r.ha untuk mengutarakan keperluannya yang sangat mendesak yakni untuk meminta bantuan dalam maslah keuangan.  Aisyah r.ha berkata “maaf, pada saat ini saya tidak mempunyai apa apa. Seandainya saya mempunyai sepuluh ribu dirham, semuanya tentu akan saya berikan kepadamu. Akan tetapi sekarang ini saya tidak mempunyai apa apa.” Kemudian Munkadir rah.a pulang tetapi tidak lama kemudian datinglah Khalid bin Asad r.hu(baca : rodhiallahu ‘anhu) memberi hadiah uang sebesar sepuluh ribu dinar atau dirham kepada Aisyah r,ha. Aisyah r.ha berkata “Saya sedang diuji dengan ucapan saya kepada Munkadir.” Kemudian ia segera mengirimkan seluruh uang yang di terimanya itu kepada Munkadir rah.a. Dengan uang seribu dirham pemberian Aisyah r.ha. itu, Munkadir rah.a membeli seorang hamba sahaya perempuan yang kemudian dinikahinya. Dari pernkahan itu ia mendapatkan 3 orang anak yakni Muhammad, Abu Bakar, dan Umar. Ketiga orang itu terkenal ke solehannyadi kota Madinah Munawaroh. (Tahdzbihut-Tahdzib).

Sudah barang tentu Aisyah r.ha mendapat bagian segala keutamaan dari keutamaan ketiga anak tersebut. Dialah penyebab  lahirnya ketiga anak itu. Kisah kedermawanan Aisyah r.ha banyak sekali di ceritakan, sebagaimana kisah kedermawanan ayahnya Abu Bakar r.hu. yang sangat terkena. Kami telah menceritakan sebuah kisah dalam kitab Hayatus Shahabah dimana ia telah membagikan  bagikan dua kantong penuh berisi uang, yang berjumlah lebih dari seratus ribu dirham untuk di bagi bagikan kepada fakir miskin tanpa meninggalkan satu dirham pun, padahal ia membutuhkannya untuk berbuka puasa. Kisah semacam ini juga terdapat dalam riwayat lain yang menyebutkan besarnya uang dalam kantong yang di berikan kepada akir miskin sebesar 180.000 dirham. Tamim bin Urwah .r.hu. berkata “ Pada suatu ketika saya melihat Aisyah r.ha, bibi ayah saya, membagi bagikan uang sebanyak 70.000 dirham, padahal saat itu ia mengenakan pakaian yang bertambal..” (Ithaf)

 

Ayat ke-1 1 Desember 2009

Filed under: Mahfum Ayat — fadhilahsedekah @ 19:26

“(Kitab ini, yakni Alqur’an) adalah petunjuk bagi orang yang takut kepada Allah. (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib dan menegakan shalat, Dan menafkankan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab (Alqur’an) yang telah di turunkan kepadamu, dan kitab kitab yang telah diturunkan sebelum kamu, dan mereka yakin akan adanya (kehidupan) akherat. Mereka itulah yang berada di atas jalan yang benar dari Tuhan mereka. Dan mereka lah orang yang beruntung.“ (Q.S Al Baqarah :2-5)

Dalam ayat ini terdapat beberapa masalah yang perlu direnungkan :

a.)    Petunjuk bagi orang yang takut kepada Allah SWT. Maksudnya adalah orang orang yang tidak takut kepada Malik (Yang Maha Merajai seluruh alam), tidak menganggapnya sebagai Malik. Dan tidak mengetahui penciptanya, tentu tidak akan dapat melihat jalan jalan yang akan ditunjukan oleh Alqur’an. Jalan tersebut hanya dapat dilihat orang yang melihat. Sedangkan orang yang tidak memiliki mata sebagai perantara untuk melihat tentu tidak akan melihat apa apa. Begitu juga bagi orang yang dalam hatinya tidak mempunyai perasaan takut kepada Malik, ia tentu tidak akan menghiraukan perintah Malik.

b.)    Menegakan shalat. Maksudnya adalah hendaknya kita mengerjakan shalat dengan tertib, penuh perhatian, dan menjaga adab adab dan syarat rukunnya. Adapun mengenai masalah shalat ini perincian dan penjelasannya sudah di bicarakan dalam kitab Fadhilah Shalat. Didalamnya dikutip perkataan Ibnu Abbas r.a. bahwa yang di maksud menegakan sholat adalah mengerjakan ruku’ dan sujud dengan benar, tawajuh, dan sholat dikerjakan dengan khusyu’. Qatadah rah.a berkata bahwa menegakan sholat adalah menjaga waktunya, berwudhu dengan sempurna dan ruku’ serta sujud di kerjakan dengan benar.

c.)    Mencapai falah adalah meliputi kebahagiaan dan kejayaan agama maupun dunia. Imam Raghib rah.a menulis bahwa kejayaan dunia adalah tercapainya berbagai kebaikan sehingga menjadikan kehidupan dunia menjadi baik, yaitu berupa kekayaan dan kemuliaan. Sedangkan kejayaan ukhrawi meliputi (1) Kekal yang fana’ (2) Kekayaaan yang tidak disertai kemiskinana (3)KEmuliaan yang didalamnya tidak ada kehinaan sedikitpun (4) Ilmu yang tidak disertai kebodohan.

Lafadz falah jika di ucapkan secara mutlak, maka mengandung pengertian keduanya, yakni kejayaan akherat dan dunia.

 

Kisah ke-2 : Memberi Sedekah dengan Tangan Sendiri 27 November 2009

Filed under: Kisah — fadhilahsedekah @ 01:21
Dikeluarkan oleh At-Thabarani dan Al-Hasan bin Sufyan dari Muhammad bin Usman dari Bapaknya katanya, “Harisah bin An-Nu’man telah kehilangan penglihatan matanya, beliaupun mengikat benang dari kain sajadahnya ke biliknya. Apabila orang-orang miskin peminta sedekah datang, beliau akan mengambil uang dari uncangnya dan dengan bantuan benang tersebut, beliau menuju ke arah pintu itu untuk menyerahkan uang itu dengan tangannya sendiri. Melihat keadaan yang demikian, keluarganya pun berkata, ‘Biarlah kami melakukannya untuk untuk mu’, Sebaliknya beliau berkata: ‘Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW telah bersabda,”Memberi sedekah kepada orang miskin dengan tangan sendiri akan menyelamatkan seorang dari kematian di dalam kehinaan”.

Sebagaimana dalam Al-Ishabah.

Dikeluarkan oleh Abu Nu’aim di dalam kitab Al-Ishabah dan Ibnu Mas’ud dari Muhammad bin Usman dari Bapaknya.

Dikeluarkan oleh Ibnu Asakirdari Amru Al-Laithi katanya, “Kami berada di sisi Wasilah bin Al-Ashqa ra. ketika seorang peminta sedekah datang. Amru ra. pun mengambil sekeping roti dan meletakkan beberapa keping uang di atas roti tersebut lalu bangun untuk memberikannya kepada peminta sedekah itu. Akupun berkata, Ya Ashqa’! adakah sesiapa dikalangan ahli keluargamu yang dapat melakukannya untuk mu? Beliau menjawab, “Ya, akan tetapi barangsiapa bangun untuk memberikan sesuatu kepada orang miskin, setiap langkahnya menuju kepada si miskin itu akan menghapuskan satu kejahatan. Apabila ia meletakkannya di atas telapak tangan si peminta sedekah lalu kembali duduk di tempatnya, setiap langkahnya akan menghapuskan sepuluh kejahatan”. Sebagaimana dalam Al-Kanz.

Dikeluarkan oleh Ibnu Sa’ad daripada Nafi’ sesungguhnya Ibnu Umar r.anhuma telah mengumpulkan ahli keluarganya duduk menghadap sebuah mangkuk yang besar untuk menikmati minuman setiap malam. Kadang-kadang beliau terdengar suara peminta sedekah di luar rumah meminta makanan, lalu beliaupun bangun dan membawa bagiannya yang terdiri dari daging dan roti lalu memberikannya kepada peminta sedekah tersebut. Beliau tidak akan kembali duduk ke tem,patnya sehinggalah makanan itu habis diambil peminta itu. Jika terdapat makanan yang berlebihan, beliau akan makan, jika tidak beliau akan berpuasa sepanjang harinya.

 

Hadist ke-1 26 November 2009

Filed under: Mahfum Hadist — fadhilahsedekah @ 11:50

“Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)

 

Ayat ke-2 25 November 2009

Filed under: Mahfum Ayat — fadhilahsedekah @ 17:37

Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun. (QS. 64:17)

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.